pengertian kultur in vitro tumbuhan

Pengertian Kultur In Vitro Tumbuhan

Diposting pada

Pengertian kultur in vitro tumbuhan – Pernahkah kamu mendengar istilah kultur in vitro? Materi kultur in vitro mungkin sudah dipelajari di jenjang sekolah menengah, namun masih sebatas pengenalan saja. Jadi kultur in vitro terdiri dari kata “kultur” dan “in vitro”. Kultur adalah suatu teknik, dalam hal ini berarti suatu teknik yang melibatkan suatu sel atau jaringan atau bagian lain dari tumbuhan baik yang sudah terdiferensiasi maupun yang belum terdiferensiasi, tujuannya agar sel atau jaringan tersebut berpoliferasi (melakukan pembelahan sel) dan teknik ini dikerjakan secara aseptis. Sedangkan vitro sendiri berarti botol. Jadi pengertian kultur in vitro tumbuhan adalah teknik untuk mengkultur sel, protoplas, jaringan atau organ tumbuhan dalam keadaan yang bisa memacu pembelahan sel menjadi tanaman yang utuh di dalam sebuah botol secara aseptis.

PENGERTIAN KULTUR IN VITRO TUMBUHAN

Sederhananya sih kultur in vitro adalah teknik untuk menumbuhkan sel atau jaringan tumbuhan menjadi tumbuhan utuh. Jadi walaupun kamu hanya memiliki potongan organ tumbuhan (daun, akar, batang, biji, sel dst), kamu bisa menumbuhkan potongan tersebut menjadi tanaman utuh lewat teknik ini. Kok bisa? Jelas dong. Berikut penjelasan lengkapnya guys.

Baca juga : Rantai makanan di hutan

SEL TUMBUHAN BERSIFAT TOTIPOTENSI

Seperti yang kita tahu bahwa sel merupakan unit terkecil dari suatu organisme. Begitu pula tumbuhan, unit terkecilnya juga berupa sel. Jadi sel tumbuhan memiliki sifat totipotensi. Totipotensi sendiri yaitu sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk beregenerasi menjadi tanaman utuh. Teori totipotensi ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuan bernama Haberlandt pada tahun 1902. Kemudian munculah penelitian-penelitian baru yang mencoba membuktikan teori tersebut dan masih terus berkembang hingga seperti sekarang.

BAGAIMANA MENUMBUHKAN TANAMAN HANYA DARI SEL SAJA?

Dari keterangan diatas tentunya kalian penasaran kok bisa satu sel bisa ditumbuhkan menjadi tanaman utuh? Lalu kenapa menggunakan botol? Nah kuncinya ada di botol ini guys. Jadi botol yang digunakan juga bukan botol sembarangan dan isinya juga tidak sembarangan. Botol yang digunakan harus botol bening dan lebih baik terbuat dari kaca, tujuannya agar cahaya bisa menembus botol dan tanaman didalamnya bisa berfotosintesis. Mulut botol juga sebaiknya harus lebih kecil dari ukuran badan botol. Jika botol sudah memenuhi syarat, lanjut ke isi botol.

Baca juga : Macam-macam zat pengatur tumbuhan

Jadi isi dari botol kultur adalah sebuah media. Media sendiri merupakan suatu faktor penentu keberhasilan kultur in vitro karena mengandung unsur hara makro, unsur hara mikro dan zat-zat yang dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh. Media sendiri biasanya berbentuk solid (padat), cair dan semi solid (semi padat) menyesuaikan apa yang akan dikultur. Sebelumnya, media dibuat terlebih dahulu dengan mencampurkan semua komposisi yang sudah ditentukan, kemudian dimasak diatas api sedang. Jika ingin membuat media solid tinggal ditambahkan campuran agar, kemudian masukkan kedalam botol kultur dan ditutup rapat.

Tak sampai disitu, botol yang sudah berisi media harus disterilisasi terlebih dahulu menggunakan autoklaf (alat sterilisasi biasanya pada laboratorium) dengan pengaturan suhu 121ºC 2 atm selama 15-20 menit. Baru deh botol bisa dipakai untuk mengkultur. Cara mengkulturnya juga ada tekniknya sob, tujuannya agar tidak terkontaminasi bakteri atau jamur karena kultur in vitro ini harus dalam keadaan aseptis. Caranya kamu harus mengkultur tanaman dalam sebuah Laminar Air Flow (LAF) dan harus ada di dekat api bunsen. Sebelum memulai kultur, kamu juga harus menyemprotkan alkohol 70% ke tangan dan meja pada LAF. Intinya jangan sampai ada celah untuk bakteri dan jamur, jika tidak maka kultur yang kamu buat akan gagal. Jika sudah mengkultur, jangan lupa untuk menutup botol kultur kembali dan menaruhnya di rak kultur laboratorium. Waktu yang dibutuhkan biasanya cukup lama tergantung tanaman yang kamu kultur dan faktor lainnya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KULTUR IN VITRO

Karena yag kita kultur adalah bagian dari tumbuhan, maka faktornya antara lain lingkungan (cahaya, suhu, kelembaban), zat pengatur tumbuhan, faktor fisiologi, faktor fisik dan faktor genetik.

Itulah tadi pengertian kultu in vitro tumbuhan secara sederhana. Karena dapat menumbuhkan tumbuhan secara utuh walaupun dengan satu sel saja, teknik kultur ini disebut-sebut sebagai upaya paling efektif untuk melestarikan tanaman langka dimasa mendatang. Demikian artikel tentang pengertian kultur in vitro tumbuhan. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasanmu di bidang biologi ya guys, semoga bermanfaat.

Referensi

Gunawan, I. W. 1995. Teknik In vitro Dalam Hortikultura. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *