macam-macam zat pengatur tumbuhan

Macam-Macam Zat Pengatur Tumbuhan

Diposting pada

Pernahkah kamu mendengar istilah zat pengatur tumbuhan? Zat pengatur tumbuhan dahulu dikenal dengan istilah hormon tumbuhan. Seiring berjalanya  waktu, istilah hormon tumbuhan diganti dengan zat pengatur tumbuh atau ZPT. Zat pengatur tumbuhan merupakan suatu sinyal eksternal maupun internal yang mengatur pertumbuhan tanaman dan dapat berupa substansi atau hormon. Ada macam-macam zat pengatur tumbuhan yang bisa kamu ketahui yang akan dibahas pada artikel ini.

Selain tumbuhan, hewan juga memiliki hormon untuk melangsungkan metabolisme tubuhnya. Namun, hormon pada tumbuhan sangat berbeda dengan hormon pada hewan. Perbedaannya antara lain:

  1. Tidak adanya bukti bahwa cara kerja hormon hewan dan tumbuhan sama.
  2. Tidak seperti hormon pada hewan, hormon tumbuhan tidak diproduksi pada jaringan khusus yang berfungsi untuk memproduksi hormon.
  3. Tidak seperti hormon pada hewan, hormon tumbuhan tidak memiliki target area.

Hormon sendiri adalah substansi organik yang efektif dalam konsentrasi rendah, dibuat di dalam sel pada bagian tertentu dari organ dan diangkut ke bagian lain dari organisme dimana dihasilkan suatu proses fisiologi yang khusus . Konsep hormon ini diperbaharui dengan konsep fitohormon dan pada akhirnya kebanyakan ahli fisiologi menggunakan istilah zat pengatur tumbuh tanaman (Plant Growth Substances/Regulators) yang mencakup baik zat tumbuh endogen/alami (fitohormon) maupun eksogen (zat pengatur tumbuh sintetik).

Zat pengatur tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu alami dan sintetik. Zat pengatur tumbuh tanaman alami/ endogen (fitohormon)  yaitu hormon yang perkusor untuk biosintesis zat pengatur tumbuh tersebut ditemukan didalam tanaman. Sedangkan  zat pengatur tumbuh tanaman sintetik/ eksogen yaitu hormon yang perkusor untuk biosintesis zat pengatur tumbuh tersebut tidak ditemukan di dalam tanaman. Zat pengatur tumbuhan juga harus memenuhi beberapa syarat, antara lain merupakan senyawa organik bukan nutrisi, harus dapat ditranslokasikan, tempat sintesis dan tempat kerja berbeda dan aktif pada konsentrasi rendah.

MACAM-MACAM ZAT PENGATUR TUMBUHAN

Macam-macam zat pengatur tumbuhan ada 5, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat dan etilen. Berikut penjelasan dari masing-masing zat pengatur tumbuhan.

AUKSIN

Auksin adalah salah satu zat pengatur tumbuh yang berasosiasi dengan respon fototropik dan gravitropik. Respon fototropik artinya tanaman akan tumbuh condong kearah datangnya cahaya karena auksin akan terakumulasi pada bagian tanaman yang jauh dari cahaya sehingga menyebabkan sel membelah. Sedangkan respon terhadap gravitasi berarti auksin akan terakumulasi karena adanya gaya tarik bumi sehingga bagian bawah sel tumbuhan lebih aktif membelah. Secara umum, fungsi auksin antara lain memacu pertumbuhan tunas, menstimulasi pertumbuhan buah, menstimulasi pertumbuhan akar lateral,menstimulasi pertumbuhan akar adventif pada batang, mencegah penuaan tanaman dan dominansi apikal.

contoh dan macam-macam zat pengatur tumbuhan

GIBERELIN

Giberelin adalah zat pengatur tumbuh yang fungsinya bersinergi dengan auksin. Secara umum giberelin memiliki peran sebagai berikut:

a. Memacu pemanjangan sel

Fungsi ini biasanya diaplikasikan pada tanaman anggur untuk memacu pemanjangan pada batang. Selain itu, tanaman yang dikerdilkan seperti bonsai juga diberi perlakuan dengan prinsip kerja giberelin agar bonsai tetap kerdil.

b. Memacu pembelahan sel pada vaskular kambium.

c. Memacu perkecambahan biji

Dalam memacu perkecambahan, giberelin berperan dengan memproduksi enzim yang dapat memecah pati menjadi energi yang digunakan untuk proses perkecambahan biji. Fungsi ini juga biasanya diaplikasikan pada pembuatan bir untuk memacu produksi gula yang akan difermentasi.

d. Mempengaruhi perkembangan bunga dan buah.

SITOKININ

Sitokinin adalah zat pengatur tumbuh yang pertama kali diisolasi dari tanaman jagung oleh ilmuan terdahulu. Sitokinin berpindah secara nonpolar pada xilem, floem dan sel parenkim. Fungsi dari sitokinin antara lain:

  1. Memacu pembelahan sel
  2. Memacu ekspansi sel, hanya terjadi pada benih tanaman dikotil.
  3. Memacu kematangan kloroplas.
  4. Memacu morfogenesis pada kultur jaringan.
  5. Memacu pertumbuhan tunas lateral dengan mengeluarkan dominansi apikal.
  6. Memacu pertambahan pembukaan stomata pada beberapa spesies.
  7. Mencegah penuaan tanaman.

ASAM ABSISAT

Asam absisat adalah zat pengatur tumbuh yang memiliki peran yang antagonis dengan zat pengatur sebelumnya karena asam absisat merupakan zat penghambat pertumbuhan. Asam absisat adalah hormon stress yang diproduksi ketika tanaman berada pada kondisi yang tidak cocok untuk tumbuh seperti temperatur yang terlalu tinggi atau kurangnya kandungan air, lingkungan ekstrim dan tingkat salinitas tinggi. Saat tanaman kekurangan air, asam absisat akan menyebabkan penutupan stomata untuk mengurangi penguapan air.

ETILEN

Etilen adalah zat pengatur tumbuh yang memiliki masa paling ringan karena berbentuk gas. Karena berbentuk gas, etilen sangat mudah mempengaruhi tanaman yang ada disekitar tempat dimana etilen diproduksi. Prinsip kerja etilen hampir sama dengan asam absisat. Etilen juga berperan penting dalam proses pematangan buah. Maka dari itu jika kamu meletakkan pisang matang diantara pisang yang masih mentah, pisang yang mentah tersebut akan ikut matang dalam waktu singkat. Etilen juga berfungsi untuk menginisiasi perpanjangan batang dan memacu pembentukan bunga pada beberapa spesies, sedangkan sebagian menghambat pembungaan. Perlu kamu ketahui bahwa ada satu fungsi etilen yang menjadi salah kaprah yaitu penyebab gugurnya daun. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa penyebab gugurnya daun disebabkan oleh asam absisat karena dianggap sebagai hormon stress. Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa penyebab gugurnya daun lebih tepat diakibatkan oleh etilen.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai macam-macam zat pengatur tumbuhan. Memang cukup membingungkan karena zat pengatur tumbuh  tidak bisa kita lihat secara langsung namun efeknya bisa kita amati. Semoga artikel mengenai macam-macam zat pengatur tumbuhan diatas dapat menambah wawasanmu di bidang biologi sob. Semoga bermanfaat.

Daftar Referensi

Abidin, Z. 1985. Dasar-dasar Pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh. Banding: Penerbit Angkasa.

Salisbury, F.B. & Ross, C.W.. 1992. Plant Physiology 3thBandung: ITB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *