UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Posted on

Perkembangan teknologi hampir menjamah hampir disemua elemen masyarakat, teknologi bisa di aplikasikan untuk berbagai bidang yang mungkin dulu tidak terbayangkan oleh sebagian besar masyarakat. Dengan perkembangan teknologi membuat banyak terobosan yang spektakuler, hal itu bisa dilakukan juga di tingkat perguruan tinggi. Nah berbicara perguruan tinggi, kini Universitas Tanjungpura mempunyai visi UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University.

Apa itu Cyber University

Secara harfiah, makna cyber itu sendiri ialah maya / tidak nyata / online. Maka bisa di artikan cyber university merupakan universitas berbasis online, atau memanfaatkan teknologi internet dalam berbagai hal yang berkaitan dengan universitas dan mahasiswa, yang diharapkan bisa mempercepat penyebaran informasi serta memajukan pendidikan.

Seputar Universitas Tanjungpura

Sejarah UNTAN

Berdasarkan informasi dari situs resmi untan.ac.id. Universitas Tanjungpura berdiri sejak 20 Mei 1959 dengan nama awal Universitas Daya Nasional yang waktu itu masih berstatus Universitas Swasta, dan berganti nama menjadi Universitas Negeri Pontianak sekaligus berubah menjadi Universitas Negeri. Dan Baru pada tanggal 15 Agustus 1967 berubah nama menjadi Universitas Tanjungpura atau biasa disingkat UNTAN hingga sekarang.

Universitas Tanjungpura sendiri saat ini sudah memiliki 9 fakultas, dengan 95 program studi. Dimana lebih dari 1000 dosen telah mengabdikan diri untuk UNTAN dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan.

Video Profil UNTAN

Berikut video seputar Universitas Tanjungpura Balikpapan, yang kami dapatkan dari youtube.

Tahapan UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Ketersediaan Sistem Seleksi Calon Mahasiswa Baru di UNTAN

Adanya sistem informasi calon mahasiswa baru, memudahkan calon mahasiswa UNTAN yang ingin mendaftar di PTN ini, terlebih dimasa pandemi covid – 19 sekarang ini.

Keberadaan sistem berbasis daring akan sangat membantu semua pihak (calon mahasiswa dan universitas), hal ini dikarenakan calon mahasiswa bisa mengetahui berbagai informasi yang dibutuhkan untuk bisa mendaftar di UNTAN.

Ketersediaan Sistem Informasi Akademik di UNTAN

Sistem Informasi Akademik (SIA) menjadi hal yang sangat wajib di miliki Universitas Tanjungpura jika ingin menjadi cyber university. Hal ini memingat peran dari SIA yang sangat penting dimilik oleh Universitas.

Untuk Sistem Informasi Akademik bisa di akses oleh Mahasiswa dan juga Dosen, untuk berbagai keperluan akademik di Universitas Tanjungpura.

Ketersediaan E-Learning di UNTAN

Model pembelajaran di UNTAN tidak hanya mengandalkan pembelajaran tatap muka di kelas, melainkan juga dilakukan melalui e-learning, yang merupakan proses pembelajaran digital berbasis daring menggunakan sistem yang sudah disediakan.

Ketersediaan E-Library di UNTAN

Perpustakaan daring atau e-library juga sudah mulai diterapkan di UNTAN lho, gimana buat kalian yang lagi ingin mencari referensi tugas misalnya, anda tidak harus datang ke perpustakaan universitas.

Pada e-library UNTAN, kita bisa mencari berbagai informasi seperti; katalog induk, katalog tugas akhir, jurnal ilmiah UNTAN, dan beberapa informasi jurnal internasional lainnya.

Ketersediaan Sistem Presensi Online

Dengan adanya sistem presensi online, merupakan bukti kongkrit Universitas Tanjungpura yang mempunyai visi UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university.

Bagaimana tidak, akses keterbukaan informasi sampai ke bagian presensi daring online bisa dipantau secara realtme dan bisa di kroscek dalam tampilan yang lebih menarik dalam bentuk grafik.

Ketersediaan Survey Kepuasan Masyarakat terkait Sistem Cyber UNTAN

Ada banyak sekali sistem informasi yang terus dikembangkan oleh UNTAN untuk menuju cyber university, yang salah satunya ialah survey kepuasan masyarakat terkait sistem cyber UNTAN.

Dengan begitu komunikasi 2 arah akan lebih menarik, untuk mengentahui seberapa efektif sistem cyber UNTAN yang sudah diterapkan selama ini. Serta menerima masukan dari pihak luar perguruan tinggi untuk lebih baik lagi.

Bantuan Pembuatan Website dan SIM Sekolah Gratis

Tidak hanya terbatas membenahi sistem informasi di dalam kampus. Sebagai bhakti sosial ke umum, UNTAN saat ini mengadakan program bantuan pembuatan website dan sistem informasi sekolah sekolah gratis, tanpa di pungut biaya.

Kendala yang Mungkin di Hadapi UNTAN untuk Menuju Cyber University

Sebagaimana sistem pendidikan model lama, untuk menuju cyber university tentu penulis kira akan menemui banyak kendala yang mungkin dihadapi. Akan tetapi dengan adanya kendala tersebut bukan berarti sistem tersebut cacat dan tidak layak digunakan, melainkan diminimalisir akan kendala-kendala tersebut segera tertangani.

Ketersediaan Akses Internet yang Belum Merata

Perlu di akui, untuk saat ini akses internet di Indonesia belum bisa dibilang baik, karena masih saja ada beberapa daerah di wilayah Indonesia yang belum tersambung dengan Internet, terutama untuk wilayah – wilayah pedesaan.

Berdasarkan beberapa lembaga survey dunia, kecepatan Internet di Indonesia rata-rata masih kalah dengan negara – negara ASEAN tetangga kita, seperti Singapore, Malaysia, Thailand. Namun disamping itu, nyatanya pengguna internet di Indonesia tumbuh sangat pesat. Dikutip dari kumparan.com per 21/02/2020. Menurut riset platform manajemen media sosial HootSuite dan agensi marketing sosial We Are Social bertajuk “Global Digital Reports 2020”, hampir 64% penduduk Indonesia sudah menggunakan Internet.

pengguna internet di indonesia

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi UNTAN, yang mempunyai visi UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Akan tetapi penulis optimis dalam beberapa tahun kedepan akses Internet di Indonesia akan semakin baik dan merata.

Gagap Teknologi Bagi Sebagian SDM

Dengan adanya teknologi bagi sebagian besar orang akan merasa terbantu, namun perlu di akui SDM Indonesia masih kalah dengan negara – negara ASEAN lainnya. Hal inilah yang membuat salah satu faktor tidak siapnya SDM Indonesia bagi sebagian orang dalam menerima perubahan dan perkembangan teknologi.

Bahkan berdasarkan data yang penulis kutip dari tirto.id 02/05/2019, Pendidikan Indonesia masih terbilang rendah. Global Talent Competitiveness Index (GTCI) adalah pemeringkatan daya saing negara berdasarkan kemampuan atau talenta sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut. Beberapa indikator penilaian indeks ini adalah pendapatan per kapita, pendidikan, infrastruktur teknologi komputer informasi, gender, lingkungan, tingkat toleransi, hingga stabilitas politik Menjadi bahan pertimbangan dalam mengukur hal ini.

Indeks pendidikan di Indonesia level ASEAN, masih di peringkat enam, dengan skor sebesar 38,61. Sedangkan Singapura menempati peringkat pertama dengan skor 77,27. Peringkat berikutnya disusul oleh Malaysia (58,62), Brunei Darussalam (49,91), dan Filipina (40,94). Dengan begitu Indonesia di level ASEAN hanya diatas Laos, Vietnam, dan Kamboja.

indeks pendidikan indonesia

Hal ini tentu menjadi PR bersama terutama di tingkat Perguruan Tinggi, bagaimana caranya agar pertumbuhan pendidikan Indonesia bisa setara dengan minimal negara-negara ASEAN, syukur – syukur bisa setingkat dengan negara maju lainnya.

Perlu Adanya Uji Keamanan Sistem yang Bekelanjutan, untuk Keamanan Data

Memajukan Pendidikan Indonesia dengan memadukan perkembangan teknologi dan informasi memang perlu dilakukan, akan tetapi ada hal penting lainnya yang harus diperhitungkan, yakni keamanan data pengguna.

Data pengguna menjadi hal yang juga penting untuk diperhatikan, hal ini berkaitan privasi seseorang dan juga hal lain yang bisa membuat penyalahgunaan data.

Terlebih akhir – akhir ini banyak sekali hacker yang memanfaatkan kelemahan sistem cyber, dengan mengambil data pengguna lalu di jual disitus online dengan nominal tertentu yang bisa mengancam keamanan data pengguna itu sendiri. Maka dari itu penting bagi pengembang sistem informasi untuk memperhatikan keamanan data, supaya hal – hal yang tidak di inginkan tidak terjadi.

Itu tadi penjelasan singkat perihal pembahasan UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University, dengan adanya visi yang jelas dari Perguruan Tinggi di Indonesia seperti UNTAN ini, penulis berharap perkembangan teknologi dan penyebaran informasi serta pendidikan di Indonesia semakin lebih baik, dan merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *